Remaja Muslim Anti Ghibah
Pengertiang Ghibah (Gosip)
Tahukah
kalian apa itu ghibah? Ghibah sama halnya dengan menggunjing, mencemooh,
membicarakan tentang aib orang lain, atau biasa disebut gosip, kalau orang jawa
menyebutnya ngrasani.
Rasulullah
SAW bersabda di dalam hadist yang diriwayatkan Imam Muslim dari hadist Abu
Hurairah ra : “Tahukah kalian apakah ghibah itu?” Para
sahabat menjawab “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Rasulullah SAW bersabda
“ Ghibah itu adalah perkataanmu tentang saudaramu dalam perkara-perkara yang
dia benci.” Ditanya kepada Rasulullah “ Bagaimana jika pada saudaraku itu benar
ada perkara yang aku sebutkan?” “Jika ada padanya perkara yang engkau sebutkan
berarti kamu telah mengghibahnya dan jika tidak ada perkara yang engkau telah
sebutkan maka kamu membuat kedustaan terhadapnya.” (HR. Muslim/2589, Abu Dawud
4874, Tirmidzi 1935)
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia gossip merupakan obrolan tentang orang lain,
cerita negatif tentang seseorang atau penggunjingan.
Dari beberapa
pengertian di atas, sudah jelas bahwa ghibah atau gosip adalah perbuatan
tercela yang harus dihindari oleh seorang muslim khususnya remaja. Namun,
sayangnya dewasa ini gosip sudah menjadi budaya yang mendarah daging dalam jiwa
remaja muslim. Astagfirullah . . .
Penyebab Timbulnya Ghibah (Gosip)
Tidak mengherankan lagi,
menggosip itu kebanyakan dilakukan oleh kaum wanita ketimbang pria. Hal ini didasari oleh beberapa faktor diantaranya
:
- Wanita itu suka berbicara alias cerewet.
- Seorang wanita yang memang memiliki hobi untuk menggosip
- Wanita itu tidak kuat menahan perasaan
Misalnya saja ketika Si Wanita A
tidak suka terhadap Si B, maka Si Wanita A secara otomatis akan menceritakan
aib Si B kepada teman-temanya dalam waktu yang tidak lama semenjak ia tidak
suka terhadap Si B.
Kebiasaan
buruk ini semakin didukung perkembangannya dengan adanya acara gosip yang
mengisi setiap stasiun televisi. Memang kebayakan acara tersebut berkedok
hiburan namun nyatanya di dalam acaranya jelas-jelas mengungkap kehidupan
pribadi selebriti, baik itu yang baik maupun yang buruk secara tuntas. Bukankah
itu termasuik gosip? Setelah gosip dari televisi itu tersebar ke khalayak maka
secara berkelanjutan akan menjadi bahan pembicaraan si tukang gosip dari mulut
ke mulut.
Selain
karena acara televisi, penyebab lain dari timbulya gosip adalah adanya penyakit
hati semisal perasaan iri terhadap kehidupan orang lain.
Seseorang yang iri terhadap apa saja yang dimiliki orang lain, maka hidupnya
tak akan pernah tenang karena ia sibuk membuat cerita untuk menghancurkan objek
perasaan irinya. Bahkan bukan tidak mungkin jika ia akan melebih-lebihkan
cerita tentang keburukan. Banyak penyakit hati lain yang bisa menimbulkan
munculnya gosip yaitu sombong, dengki, dendam, marah.
Banyaknya
waktu luang yang dimiliki remaja juga memicu terjadinya gosip. Remaja yang
terlalu banyak memiliki waktu luang kebanyakan akan menggunakan waktunya untuk
berkumpul bersama teman, hingga akhirnya akan berujung gosip dalam perkumpulan
tersebut.
Faktor yang
juga mendukung timbulnya gosip di kalangan remaja adalah sifat KEPO (rasa ingin
tahu yang besar). Remaja yang memiliki sifat kepo akan terus – terusan
melemparkan pertanyaan kepada temannya untuk mengetahui secara detail objek
yang dibicarakannya. Misalnya saja seorang remaja putri ingin tahu siapa pacar
dari cowok idamannya, ia bertanya pada temannya hingga nanti berarhir pada
sebuah acara yaitu gosip yang panjang tentang kehidupan cowok idaman tersebut.
Hukum Ghibah (Gosip)
Sebagai remaja muslim hendaknya
kita mengetahui bagaimana hukum ghibah atau gosip dalam islam. Dalam Al Quran
telah dijelaskan larangan memperolok-olokan sesama muslim yaitu dalam QS. Al
Hujurat ayat 11-12
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum
mengolok-olokan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka ( yang diolok-olokan)
lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita
(mengolok-olok) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang
diperolok-olokan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah
kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan
gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk
sesudah iman dan barang siapa yang tiak bertaubat, maka mereka itulah
orang-orang yang zalim. (QS. Al hujurat : 11)
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan
dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan
janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu menggunjing
sebagian orang yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging
saudaranya yang suah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan
bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha
Penyayang. (QS. Al Hujurat:12)
Dalam QS.
Al Hujurat ayat 11, Allah telah melarang kita terutama wanita untuk
mengolok-olok seorang muslim yang lain, karena bisa jadi oaring yang kita
olok-olok lebih baik dari pada kita yang mengolok-olok. Seperti pepatah orang
jawa “Noleh gitok e dewe iku angel,
nanging lak maido uwong penak.” yang maksudnya, mengoreksi diri sendiri itu
susah tapi kalau mengoreksi oaring itu mudah.
Dalam ayat
tersebut terdapat ungkapan “Jangan mencela dirmu sendiri” maksudnya ialah
mencela antara sesama muslim itu dilarang karena orang-orang muslim itu seperti
satu badan. Selain itu, kita juga dilarang memanggil seseorang dengan panggilan
yang jelek, atau bahkan hingga menyakiti mereka.
Selanjutnya,
dalam QS. Al Hujurat ayat 12 kita dilarang berprasangka, terutama prasangka
yang buruk terhadap orang lain, karena hal itu adalah dosa. Dalam ayat ini juga
menyinggung tentang menggunjing atau menggosip yang mana seseorang yang suka
menggunjing orang lain, oleh Allah diibaratkan sebagai orang yang suka makan
bangkai saudaranya sendiri yang telah mati. Naudzubillah. . . .
Hukum Mengghibah di bulan
Ramadhan
Bulan
Ramadhan adalah bulan istimewa yang paling ditunggu-tunggu oleh umat muslim.
Bulan yang hanya datang sekali dalam setahun ini mengandung makna yang sangat
besar, memiliki keistimewaan yang lebih dari pada seribu bulan. Maka dari itu,
tak heran jika kaum muslim berlomba-lomba mengumpulkan amal pada bulan ini
terutama hari-hari ganjil di akhir bulan Ramadhan.
Rasa haus
dan lapar yang kita tahan dari fajar hingga magrib tidak akan berarti apa-apa
jika kita selama menjalankannya tetap melakukan hal yang paling dibenci Allah
yaitu mengghibah. Sering kali kita tidak terasa sedang mengghibah seseorang
karena saking seringnya hal ini kita lakukan, maka setelah kita mengetahui
betapa besarnya dosa orang mengghibah hendaknya pada bulan yang suci ini kita
jaga lisan kita. Lebih baik diam di rumah atau tidur dari pada berkumpul dengan
teman atau tentangga yang akan berujung pada ghibah.
Walaupun
ghibah tidak akan membatalkan puasa kita, namun puasa yang kita lakukan sehari
penuh tidak akan diterima oleh Allah. Syaikh Abdul Aziz bin Baaz berpendapat “
Ghibah tidak membatalkan puasa. Ghibah adalah menyebut seseorang dengan apa
yang tidak disukainya, ghibah adalah maksiat.
Rasulullah
SAW juga bersabda “ Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta,
melakukankedustaan serta berbuat usil, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan
makan dan minumnya. (HR. Bukhari)
Sumber : http://binbaz.org.sa/mat/550
Balasan Orang yang
Suka Mengghibah
Sudah jelas
kan kalau
ghibah itu adalah akhlak tercela yang dilarang, maka barang siapa yang tetap
melakukannya akan ada balasan tersendiri yang disiapkan oleh Allah swt.
diakhirat nanti.
Rasulullah
SAW bersabda “ Seorang hamba yang membicarakan suatu yang belum jelas baginya
(hakikat dan akibatnya ) akan di lempar ke neraka sejauh antara timur dan
barat.”
Selain itu
akibat yang akan diterima oleh pengghibah yaitu doanya tidak dikabulkan oleh Allah, kebaikannya tidak diterima Allah
dan kejelekannya pun akan bertambah. Naudzubillah . . .
Jabir bin
Abdullah ra meriwayatkan, “ Ketika kami bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba
tercium bau busuk yang menyengat seperti bau bangkai. Maka Rasulullah SAW
bersabda “ Tahukah kalian bau apakah ini? Ini adalah bau diri orang-orang yang
mengghibah orang lain.” (HR. Ahmad)
Dalam hadist lain dikisahkan bahwa
Rasulullah pernah bersabda “Pada masa isra’ mi’raj aku melewati suatu kaum yang
berkuku tajam yang terbuat dari tembaga. Mereka mencabik-cabik wajah dan
dadanya sendiri. Lalu aku bertanya pada Jibril “Siapa mereka?” Jibril menjawab
“Mereka itu suka memakan daging manusia, suka membicarakan dan menjelekan orang
lain, mereka inilah orang-orang gemar ghibah. (dari Abu Dawud berasal dari Anas
bin Malik ra).
Cara Menghindari
Ghibah
Merupakan
suatu kewajiban untuk setiap muslim terutama remaja-remaja yang suka menggosip
apalagi menggunjing sesame teman, setelah membaca artikel ini benar-benar
menghilangkan kebiasaan buruk itu. Memang sulit untuk menghilangkan secara
tuntas, namun, sedikit-sedikit dengan kita menjauhinya, maka lama-lama kita
akan terbebas dari kebiasaan ghibah.
Cara yang
bisa dilakukan untuk menghindari kebiasaan ghibah diantaranya adalah sebagai
berikut :
1. Mengisi
waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat
Masa remaja
adalah masa paling indah bagi setiap manusia, di dalam masa ini remaja masih
memiliki perasaan yang labil, misalnya mudah jatuh cinta, mudah marah, mudah
tersinggung, mudah memperolok teman, menggunjing, suka menggosip, bahkan
terkadang niatnya bercanda tapi kelewatan.
Sifat
yang demikian jika tidak diimbangi dengan iman, akan merugikan diri kita kelak
diakhirat, salah satunya adalah menjaga lisan agar tidak menggunjing atau
memperolok sesama teman.
Masa
remaja adalah masa emas, masa remaja adalah masa yang memiliki banyak waktu
luang, namun jika waktu luang tersebut tidak digunakan dengan maksimal dan
bermanfaat maka kita tidak akan pernah measakan betapa bermaknanya masa remaja itu.
Manfaatkan
masa mudamu sebelum datang masa tuamu
2. Berbicara
sambil berfikir
Dalam
berbicara hendaknya jangan asal nyeplos, tapi juga harus diimbangi dengan
berfikir, apakah kata-kata yang kita ucapkan nanti menyinggung lawan biara atau
tidak. Karena setiap perkataan yang terlanjur keluar tidak dapat ditarik
kembali.
3. Berbicara
sambil berdzikir kepada Allah
Berdzikir
kepada Allah, minimal mengingat Allah dengan menyebut namanya, akan
meminimalisir kita untuk tidak mengghibah, karena dengan demikian kita akan
senantiasa ingat dan merasa takut dengan ancaman Allah bagi pengghibah.
4. Meningkatkan
rasa percaya diri
Rendahnya
percaya diri akan membuat seseorang ikut saja dengan apa yang dilakukan
temannya. Misalnya, remaja yang kurang memiliki percaya diri kemanapun dan
apapun yang dilakukan oleh temannya akan diikuti juga olehnya sekalipun itu
menghibah.
5. Hilangkan
penyakit hati, seperti iri, dengki, dendam, sombong
Telah
disebutkan di atas bahwa penyakit hati adalah salah satu penyebab timbulnya
gosip, maka dari itu untuk menghindari gosip kita juga harus menghindari
penyakit hati dahulu.
6. Posisikan
diri
Maksud
memposisikan diri di sini adalah, kita membayangkan bagaimana perasaan kita
jika kita dighibah orang lain, pasti rasanya sangat menyekitakan hati. Dengan demikian
janganlah menyakiti hati orang lain jika tidak mau disakiti. Ingat pula hukum
karma masih berlaku, jika kita mengolok-olok orang lain karena suatu keburukan
maka berhati-hatilah, karena bukan tidak mungkin keburukan itu juga akan
menimpa kita. Naudzubillah . . .
7. Hindari,
ingatkan, diam, pergi
Dalam sebuah
acara perkumpulan dengan teman, jika kita memergoki teman sedang membicarakan
orang lain hendaknya kita ingatkan dengan baik-baik. Jika tidak bisa lebih baik
kita diam, atau hal yang lebih baik lagi agar kita tidak ikut terjerumus ke
dalam ghibah adalah dengan pergi.
ABOUTME
My name is Yeni Kurniawati .I was born in Kediri , October 31 , 1997. Now I school in MAN 3 Kediri .My hobby is writing . This is one of the results of my hobby . I began to love the world of writing since junior high , until now . Thank you for visiting this blog . Do not forget to follow and visit my facebook Yeni Kurniawati . See You .


0 komentar:
Posting Komentar